Email : info@surgoland.com CALL/WA : 08788 6846 700
    Facebook
  • Instagram

Apakah Semua Properti itu Aset?

Apakah Semua Properti itu Aset?

Sebelum saya melanjutkan ke pembahasan selanjutnya, saya akan menanyakan lebih dulu kepada anda. “Apakah semua properti khususnya rumah yang anda beli itu termasuk aset?”

Jawabnya, ”Tidak semua properti merupakan aset!” Ada properti yang masuk dalam kategori barang konsumtif (liability, hutang), ada pula properti yang masuk dalam kategori aset (kekayaan). Bedanya terletak pada aliran kas yang ada pada properti itu. Kalau properti yang anda miliki atau akan anda beli memiliki arus kas positif atau ada uang masuk, maka itu termasuk properti aset. Tapi kalau properti yang anda miliki adalah properti yang ‟menyedot‟ uang anda karena anda harus mengeluarkan uang setiap bulan untuk perawatan, perbaikan, bayar listrik, tukang kebun dan sebagainya, maka properti jenis ini termasuk liability (kewajiban).

Karena itu, properti-properti yang harus menjadi sasaran anda adalah properti aset yang menghasilkan arus kas positif (arus kas masuk lebih besar dari arus kas keluar).

Sumber gambar: https://www.asura.co.id/blog/woowinvestasi-properti-sebenarnya-itu-aset-apa-liabilitas

 

Properti Hunian atau Komersial?

Mungkin anda akan bertanya, “Sebaiknya saya membeli properti hunian seperti rumah, rumah kos, apartemen atau ruko, rukan, pabrik, gudang dan sejenisnya?”

Meski properti merupakan investasi yang menguntungkan, tapi tidak semua orang berani investasi di properti. Apalagi bagi orang yang baru mau investasi di properti. Karena itu, biasanya, properti komersial seperti ruko, rukan, pabrik, maupun gudang tentu lebih menakutkan lagi bagi mereka. Kenapa bisa begitu? Karena dalam bayangan mereka, memiliki properti komersial relatif sulit, dan modalnya sangat besar. Pandangan ini tentu saja tidak salah.

Menurut saya pribadi, bagi anda yang baru memulai bisnis ini, sebaiknya „bermain‟ pada properti hunian seperti rumah kos dan bisa pula komersial tapi terbatas hanya pada ruko atau rukan. Alasannya karena mendapatkan sewa hunian relatif mudah dan bila kosong penyewa, untuk mendapatkan penyewa lagi relatif mudah. Tapi kalau anda sudah profesional, maka properti komersial tentu lebih menguntungkan. Alasannya karena:

  1. Biaya pengelolaan properti komersial biasanya lebih kecil bila dibandingkan dengan properti hunian (dalam investasi besar)
  2. Penyewa mau mengeluarkan uang untuk merawat properti anda.\
  3. Pada properti komersial, penyewa juga mau membayar biaya asuransi untuk menjaga aset mereka yang tersimpan di properti kita.
  4. Penyewa bersedia melakukan renovasi karena mereka memiliki kepentingan untuk meningkatkan bisnisnya.
  5. Penyewa bersedia menandatangani kontrak jangka panjang. Tentu saja ini mereka lakukan karena mereka tidak ingin kehilangan peluang usahanya.
  6. Sudah banyak terbukti, para pebisnis properti yang sudah sukses, tentu jarang sekali “bermain‟ di properti hunian besar untuk disewakan.

sumber gambar : http://griyakuindahselaras.com/properti-komersial/